Selasa, 25 Januari 2011

sukowati

Kabupaten Sragen merupakan sebuah daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Bisa dikata Sragen adalah kabupaten paling timur di provinsi Jawa Tengah.  Luas wilayah kabupaten ini mencapai 941,55 km2. Berdasarkan data monografi, penduduk Kabupaten Sragen berjumlah 884.199 jiwa. Yang terbagi atas 237.182 kepala keluarga. Wilayah Kabupaten Sragen terbagi atas 20 kecamatan yang terdiri dari 207 desa, 2571 dukuh, 1555 RW dan 5060 RT. (BPS Kab. Sragen, 2009). ya, itulah sedikit gambaran tentang Sragen dan sebagai bukti bahwa sragen itu besar dengan segala kebesarannya, sederhana dengan segala kesederhanaanya, serta menerik dengan kemenarikanya.
Entah kenapa ingin sekali rasanya berbagi dan mencari ilmu dari para bloger, terkhusus bloggerwan bloggerwati Sragen Asri atau yang biasa orang sebut dengan Bumi Sukowati. Karena saya sendiri memang warga bumi sukowati yang bisa dikata bangga berdomisili disini. Oleh karenya ingin sekali berbagi, share, ngobrol, ada canda di setiap kata, ada tekad di setiap sikap, ada abdi pada setiap mimpi, lewat komunitas blogger Sragen-an mungkin. Tulisan ini saya tujukan buat teman, kawan, dan sahabat blogger dimanapun ngeblog, kapanpun posting, siapapun profilnya,  apapun passion blognya, dan bagaimanapun ia memanfaatkan blognya, saya ingin ada kepedulian terhadap Kabupaten yang telah menaungi tanah lahir, menghijaukan padi disawah, serta mengalirkan air pada kanal-kanal kecil yang mensejahterakan. Sobat blogger Sragen-an dimanapun berada, tak ada salahnya meskipun jarak dan waktu memisahkan kita, kita tetap bisa saling berbagi ilmu, peduli pada bumi pertiwi sukowati, dan bersatu padu menggagas sebuah idealisme demi Sragen yang ASRI ini.
Intinya, silahkan bagi sobat blogger Sragen-an untuk share ilmu ataupun sekedar silaturahmi dan memperbanyak networking yang perlu untuk kita bangun ke blog saya ini, blog yang sengaja saya tulis sebagai awalan untuk sebuah gagasan besar yaitu mengetahui seberapa besar bloggerwan bloggerwati yang berasal dari Sragen, untuk kemudian bersama kita himpun sebagai komunitas dunia maya, komunitas dunia yang serba luas, yaitu Komunitas Blogger Sragen-an.

sragenan

Gending-gending Sragenan sering menjadi topik perbincangan seru di kalangan pelaku karawitan Jawa. Beberapa orang bahkan
mengkritiknya keras. Musikalitasnya dikatakan tidak bermutu dan penyajiannya digunakan oleh sekelompok orang untuk berjoged dan
minum minuman beralkohol. Walaupun banyak mendapatkan kritikan, namun gending-gending Sragenan tetap hidup, bahkan tambah hari
kehidupannya makin semarak dan wilayah persebarannya makin rneluas. Setelah dilakukan pengamatan, ditemukan kata gayeng jenis
suasana atau rasa yang mempunyai kedudukan penting dalam gending-gending Sragenan. Dalam berbagai penyajian karawitan, kata guyeng
sering diucapkan oleh para penikmat untuk meminta atau menunjuk gending-gending Sragenan. Dari temuan itu timbul permasalahar.:(1)
Bagaimana format garap musikal gending-gending Sragenan?; (2) Bagaimana bangunan suasana atau rasa gayeng?; (3) Apa kedudukan
guyeng dalam gending-gending Sragenan?; (4) Faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya suasana gayeng dalam gending-gending
Sragenan? Tujuan penelitian adalah:(1) Mendeskripsikan format garap musikal gending-gending Sragenan; (2) Merumuskan bangunan
suasana gayeng; (3) Menemukan kedudukan guyeng dalam gendinggending Sragenan; (4) Menemukan faktor penyebab timbulnya suasana
gayeng dalam sajian gending-gending Sragenan. Data penelitian diperoleh dari sumber tertulis, pengamatan, wawancara, dan kaset audio
komersial. Beberapa tulisan yang diperlukan antara lain: ( 1) data statistik . Kabupaten Sragen; (2) Tulisan tentang karawitan Jawa dan
karawitan yang hidup di Sragen. Data dari pengamatan antara lain: (1) waktu pementasan karawitan; (2) repertoar dan garap musikal
gending-gending Sragenan; dan (3) berbagai bentuk interaksi pada penyaji maupun penonton. Data dari wawancara antara lain: (1)
keberadaan, fungsi seni dan sosial gending-gending Sragenan; dan (2) arti gayeng. Kaset audio komersial gending-gending Sragenan
digunakan sebagai pembanding penyajian karawitan dalam studio rekaman dan pertunjukan langsung. Kesimpulan hasil penelitian sebagai
berikut: gending-gending Sragenan terdiri atas garap badhutan dan dungdutun. Keduanya memiliki ciri garap musikal meliputi: bentuk,
instrumental, dan vokal. Garap musikal tersebut berorientasi pada terciptanya suasana atau rasa gayeng, jenis suasana atau rasa yang
mengandung unsur: menah (ramai, seru, hidup, regeng, sigruk, gumyak), gecul (jenaka, lucu, humoris), enak (nikmat, segar, mempesona,
sejuk, menarik hati), dan senang (betah atau kerasan) yang timbul dari proses kegiatan atau peristiwa interaktif Agar bersuasana gayeng,
gending asal berbentuk apapun diubah menjadi srepegan dan dangdut. Kendangan disajikan sedemikian rupa agar "enak dijogedi". Bonang
barung dan penerus banyak memainkan pola jalinan, demikian pula demung dan saron. Teks vokal menggunakan bahasa keseharian yang
temanya dikenal akrab oleh masyarakat. Dalam gending-gending Sragenan juga banyak terdapat garap jengglengan dan suwukan. Timbulnya
  1. suasana gayeng juga ditentukan oleh garap volume keras, tempo cepat, kebak isian musikal, dan geculan.